Wajah, Pentingkah ?

Simpatik, dewasa, menyenangkan, bisa memahami, enak diajak bicara, dan yang paling penting, mencintai! Meski memenuhi segala persyaratan yang memungkinkan orang menyukainya dengan segala kelebihan di atas, namun terdapat satu kekurangan pada dirinya, wajahnya yang terlalu biasa. Sehingga hal kecil (soal wajah) yang sebenarnya tidak terlalu penting itu menjadi ganjalan untuk memberikan sikap balasan yang sepadan, mencintainya pula.

Sebagian orang menganggap wajah menarik ~cantik maupun tampan~ adalah menyenangkan. Sekilas tampak berbeda memang, meski hanya sebatas itu kelebihan yang dimilikinya. Bagi setiap mata yang memandang keelokan paras seseorang, memungkinkan setiap pemilik mata itu suka bahkan jatuh cinta!

Menentukan pilihan untuk dijadikan calon pendamping hidup terkadang membingungkan bagi sebagian wanita. Antara memilih yang memiliki pemahaman bagus akan agamanya (shaleh), tetapi tidak berwajah tampan atau mengharap yang rupawan tetapi kurang pemahamannya akan berbagai hal, baik itu agama, pengetahuan umum, serta sikap simpatik dan kedewasaannya. Tentu jika boleh memilih, pasti memilih yang menarik rupanya, pintar, shaleh pula.

Masalahnya sekarang, entah sampai kapan pilihan-pilihan dengan berbagai sisi kekurangan itu kerap terjadi. Sebenarnya, seberapa pentingkah wajah seorang laki-laki bagi wanita maupun sebaliknya? Sebab, banyak laki-laki maupun wanita yang hingga saat ini meyakini bahwa wajah merupakan cerminan bathin. Keyakinan seperti ini memang agak sulit ditolak, meski dalam beberapa hal, juga harus diakui, bahwa bathin seseorang terlalu luas untuk dicerminkan hanya dalam seraut wajah. Atau pemahaman sebaliknya, wajah terlalu sempit untuk bisa mengungkapkan seluruh isi hati dan jiwa seseorang.

Tetapi, memang sudah kodratnya, mata diciptakan untuk cenderung dan suka pada hal-hal yang indah. Tak mengherankan pula bila laki-laki/wanita selalu berharap, dibalik wajah yang cantik/tampan tersimpan jiwa yang indah pula, yang mana hal itu acapkali menjadi harapan dalam mencari pasangan hidup.

Seberapa pentingkah wajah bagi seorang laki-laki maupun wanita?

Saat anda berkenalan dan hendak memulai suatu hubungan, wajah memang seringkali menimbulkan rasa simpati. Melihat wajah seseorang yang bersih, terlebih cantik/tampan, kita akan merasa senang, dan betah berlama-lama untuk berbincang, tentu tidak sedikit wanita/laki-laki yang sekaligus melambungkan angan.

Tetapi, untuk hubungan yang dalam, intens, dan berisi harapan-harapan yang berkelanjutan ke jenjang rumah tangga, bukankah wajah menjadi faktor yang kesekian? Kita mulai mengukur kepribadiannya, pola pikirnya, keluarganya, dan pendiriannya, bahkan jika perlu kadar romantisnya.

Untuk sementara, kesampingkan faktor wajah! Pribadi dan pendirian seorang laki-laki/wanita yang bisa memberikan rasa damai, aman, serta penghargaan satu sama lain adalah yang lebih kita butuhkan dibanding selembar wajah. Apalagi jika ketampanan/kecantikan itu tak memancarkan keteduhan dan perlindungan serta pribadi yang kokoh.

Pertanyaannya kemudian adalah, adakah anda merasa lebih memerlukan kerupawanan wajah untuk dibanggakan meski ia tidak memiliki pribadi yang berarti buat anda. Atau kepribadian dan pendirian seorang lelaki/wanita yang utuh, yang meneduhkan yang memungkinkan bisa selamanya dibanggakan. Hal ini sebenarnya bukan masalah yang sulit bagi kita, jika ukuran kita adalah hubungan yang didasari perlu akan rasa kedamaian, ketenangan, penghargaan, dan tentu saja kecerdasan.

Jika ukuran hubungan anda adalah beberapa faktor di atas, lupakanlah kekaguman wajah, dan raihlah pribadi yang tak menyembunyikan pesona bathiniah dalam seraut wajah. Apalagi kita tahu, semua yang terhampar dalam wajah hanya akan terlihat bersinar tidak lebih dari dua puluh tahun. Tetapi kepribadian seseorang yang utuh, setidaknya bertahan lebih dari itu.

Jadi, silahkan pilih...
Next
Previous